PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari bantuan dan peran orang lain. Contohnya untuk mendapatkan makanan kita membutuhkan seorang petani untuk menanam bahan pangan, saat ingin membangun rumah juga diperlukan bantuan orang lain, ketika sakit kita membutuhkan bantuan seorang dokter untuk mengobati, dan sebagainya. Tidak mungkin kita bisa melakukan semua hal sendiri. Dalam Q.S Al Hujurat : 13 yang artinya :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Ayat tersebut menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia tidak sendiri, namun diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku tak lain agar saling mengenal. Banyaknya suku dan bangsa yang ada di dunia ini, menjadikan persoalan hidup manusia semakin kompleks. Oleh karena itu manusia harus saling bekerja sama dalam berbagai bidang. Hal ini selain pekerjaan menjadi ringan, juga lebih memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga lebih cepat selesai.
Karena manusia hidup dengan manusia lain, maka perlunya membina hubungan baik dengan orang lain merupakan salah satu syarat terciptanya hidup yang damai dan harmonis. Dalam sebuah organisasi selain diperlukan kerja sama antara pimpinan dan pengurus, juga sangat penting untuk membina hubungan baik dengan pihak eksternal yakni organisasi lain. Di sinilah arti penting mempelajari tentang Public relations.
Dalam sebuah perusahaan, peran seorang Public relations sangatlah penting terutama dalam membina hubungan baik dengan masyarakat (konsumen). Para staf PR dituntut untuk lebih mampu menjadikan orang lain memahami sesuatu pesan, demi menjaga reputasi atau citra lembaga atau perusahaan yang diwakilinya. Maka dari itu, PR harus memiliki keahlian berkomunikasi dengan baik dan dituntut untuk selalu up to date dengan informasi. Dengan keahlian yang dimilikinya maka public relations kini menjadi sebuah profesi yang profit. Seorang jurnalis, Ivy Ledbetter Lee, membentuk biro konsultasi PR pertama di Amerika Serikat. Setelah kemunculan biro konsultasi Ivy, kebutuhan akan PR semakin mencuat pada dekade 1920-an dan 1930-an hingga kini.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dikaji mengenai public relationss. Makalah ini disusun untuk memberikan sedikit gambaran dan penjelasan mengenai profesi dan kegiatan-kegiatan public relationss.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana public relations sebagai profesi?
2. Apa saja kegiatan seorang public relations?

C. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan profesi public relationss.
2. Menjelaskan kegiatan-kegiatan public relations.
PEMBAHASAN

A. Pengertian Public relations
Public relations sering kali diterjemahkan menjadi hubungan masyarakat. Hal ini sebenarnya kurang tepat. Terjemahan relations menjadi “hubungan” bisa dikatakan tepat, tetapi terjemahan public menjadi “masyarakat” kurang tepat, sebab “masyarakat” mengarah ke pengertian society, sedangkan sasaran kegiatan public relations bukan seluruh manusia yang mendiami suatu wilayah di sebuah negara.
Pengertian public ditinjau dari aspek geografis, publik adalah orang-orang yang berkumpul bersama-sama di suatu tempat, baik tempat itu merupakan daerah seluas wilayah negara, provinsi, kota, kecamatan ataupun desa. Sedangkan dari aspek psikologis, publik adalah sejumlah orang yang sama-sama menaruh perhatian terhadap suatu hal atau kepentingan yang sama tanpa ada ikatan dengan tempat mereka berada. Jadi, kelompok-kelompok orang dalam suatu masyarakat yang secara bersama-sama terikat oleh suatu kepentingan yang sama itulah yang dinamakan publik dalam konteks public relations.
Menurut Frank Jefkins public relations yaitu
Semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.

Edward L. Bernays sebagai bapak profesi PR, mengartikan PR sebagai sebuah profesi yang berkaitan dengan relasi-relasi satu unit dengan publik atau publik-publiknya sebagai relasi yang mendasari berlangsungnya kehidupan.
Dari perspektif ilmu komunikasi, Melvin L. DeFleur dan Everrete E. Dennis mengemukakan bahwa public relations sebagai proses komunikasi di mana individu atau unit-unit masyarakat berupaya untuk menjalin relasi yang terorganisasi dengan berbagai kelompok atau publik untuk tujuan tertentu.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa public relations adalah suatu kegiatan komunikasi yang ditujukan baik kepada intern publik (lembaga/perusahaan) maupun ekstern publik (lembaga/perusahaan) agar dapat tercapai tujuan demi citra lembaga/perusahaan.

B. Public Relations sebagai Profesi
Public relations kini telah menjadi suatu keahlian yang dibutuhkan di berbagai lembaga/perusahaan. Seorang praktisi public relations dituntut untuk mampu mengerjakan banyak hal. Ia harus bisa menjadi seorang komunikator, seorang penasehat, dan sekaligus seorang perencana yang baik. Ia harus mengetahui benar tentang seluk beluk organisasi dan mampu mewakilinya dalam berbagai kesempatan atau keperluan. Pentingnya peran public relation sangat menunjang kemajuan lembaga/perusahaan. Oleh karena itu, dalam sebuah lembaga/perusahaan terdapat divisi atau departemen tersendiri bagi public relations. Departemen tersebut terdiri dari manager PR, sekretaris, serta staf-stafnya.
Contoh struktur Departemen Public Relation sebagai berikut :

Manajer PR sebagai pimpinan tertinggi dalam Departemen Public Relations selain bertanggung jawab atas segala kegiatan PR, juga bertugas menciptakan dan memelihara citra baik perusahaan, memantau pendapat eksternal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan citra, kegiatan, dan kepentingan-kepentingan perusahaan, memberikan nasihat kepada pihak manajemen mengenai berbagai masalah komunikasi yang penting, dan menyediakan informasi kepada khalayak perihal kebijakan organisasi, kegiatan, produk, jasa, personalia, dan sebagainya.
Sebagai suatu profesi, public relations makin kokoh karena menyatu dengan masyarakat. Walaupun begitu, di masa mendatang profesi ini akan menghadapi banyak tantangan isu-isu krusial yang harus diselesaikan. Di lain pihak, tantangan tersebut akan menjadi peluang bagi profesi public relations untuk lebih membumi.
Mengingat kompleksnya persoalan, profesi public relations tidak dapat berjalan sendiri. Public relations harus dapat bekerja sama dengan bagian/divisi-divisi lain di perusahaan

C. Kegiatan-kegiatan Public Relations
Profesi Public relationss bisa dikatakan mirip dengan profesi humas (hubungan masyarakat). Namun sebenarnya ada perbedaan antara public relationss dengan humas.
Kegiatan seorang humas antara lain merancang pesan tematik agar pesan yang disampaikan oleh organisasi memiliki keseragaman/keterkaitan pesan, melakukan segmentasi media (seimbang antara media cetak dan elektronik), melakukan komunikasi interaktif contohnya rubrik konsultasi atau jasa layanan konsumen melalui telepon, menjaga reputasi perusahaan dan citra produk melalui pemanfaatan kekuatan pesan atau kombinasinya, pemasaran dari mulut ke mulut, dan melakukan komunikasi yang akrab dengan pelanggan.
Dari beberapa kegiatan humas tersebut terlihat bahwa tugas humas hanya meliputi hubungan dengan pihak eksternal yakni dengan masyarakat/konsumen. Hal ini berbeda dengan profesi public relationss karena public relationss tidak hanya bertugas menciptakan hubungan baik dengan masyarakat (ekstern) tetapi juga harus dapat menciptakan hubungan baik antara pihak di dalam (intern) lembaga/perusahaan.
Permintaan jasa konsultasi public relationss yang handal sangat tinggi. Seorang praktisi public relationss seringkali dianggap sebagai dewa penyelamat dan diharapkan mampu menciptakan keajaiban. Oleh sebab itu, seorang pejabat/praktisi public relationss dituntut untuk selalu belajar, tekun dan pandai menyesuaikan diri.
Kemampuan dan keahlian mutlak diperlukan agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Dalam menjalankan tugasnya, praktisi public relationss harus memiliki keahlian-keahlian antara lain :
1. Mampu dengan baik menghadapi semua orang dengan berbagai macam karakter dan sifat. Artinya, mampu dan berusaha memahami dan bersikap toleran kepada orang yang dihadapinya.
2. Mampu berkomunikasi dengan baik, artinya mampu menjelaskan segala sesuatu dengan jernih, jelas dan lugas, baik secara lisan maupun tertulis, bahkan secara visual.
3. Pandai mengorganisasikan segala sesuatu. Artinya, mampu merencanakan segala sesuatu dengan prima.
4. Memiliki integritas personal, baik dalam profesi maupun di dalam kehidupan pribadinya.
5. Memiliki imajinasi. Artinya, memiliki daya kreatifitas yang baik dan mampu menemukan cara-cara untuk memecahkan masalah.
6. Kemampuan mencari tahu. Artinya harus memiliki akses informasi seluas-luasnya.
7. Mampu melakukan penelitian dan mengevaluasi hasil-hasil dari suatu kegiatan/program.
Keahlian-keahlian tersebut sangat diperlukan untuk melaksanakan berbagai tugas dan pekerjaan public relationss.
Harold Oxley menguraikan tugas-tugas public relationss sebagai berikut :
1. Memberi saran kepada manajemen tentang semua perkembangan internal dan eksternal yang mungkin mempengaruhi hubungan organisasi dengan publik-publiknya.
2. Meneliti dan menafsirkan sikap publik untuk kepentingan organisasi atau antisipasi sikap publik terhadap organisasi.
3. Bekerja sebagai penghubung antara manajemen dan publik-publiknya.
4. Memberi laporan berkala kepada manajemen tentang semua kegiatan yang mempengaruhi hubungan publik serta organisasi.
Kegiatan-kegiatan di Departemen Public Relations meliputi pekerjaan-pekerjaan (dari a sampai z) yang harus dilakukan oleh manajer public relationss dan para stafnya yaitu :
(a) Menyusun dan mendistribusikan siaran berita (news release), foto-foto dan berbagai artikel bagi kalangan media massa.
(b) Mengorganisasikan konferensi pers, acara-acara resepsi dan kunjungan kalangan media massa ke organisasi/perusahaan.
(c) Menjalankan fungsi sebagai penyedia informasi utama.
(d) Mengatur acara wawancara antara kalangan pers (media cetak), radio dan televisi dengan pihak manajemen.
(e) Memberikan penerangan singkat kepada fotografer, serta membentuk dan mengelola sebuah perpustakaan foto.
(f) Mengelola berbagai bentuk materi komunikasi internal seperti kaset rekaman video, slide presentasi, dan sebagainya.
(g) Menyunting serta memproduksi jurnal-jurnal eksternal untuk konsumsi para distributor, pemakai jasa/produk perusahaan, konsumen langsung, dan sebagainya.
(h) Menulis dan membuat bahan-bahan cetakan seperti literatur pendidikan, sejarah perusahaan, laporan tahunan, literatur pelantikan pegawai baru.
(i) Mempersiapkan berbagai bentuk instrumen audio-visual, seperti menyusun lembaran slide dan kaset rekaman video.
(j) Mempersiapkan dan mengatur acara pameran dan menjalankan eksibisi public relationss.
(k) Mempersiapkan dan memelihara berbagai bentuk identitas perusahaan seperti logo perusahaan. Pengaturan jenis kendaraan dinas, pakaian seragam pegawai, dan sebagainya.
(l) Menangani berbagai acara sponsor yang berhubungan dengan kegiatan public relationss.
(m) Mengelola hal-hal yang berkaitan dengan berbagai kunjungan seperti fasilitas penerbangan/pelayaran, pengurusan tiket, akomodasi, dan lain-lain.
(n) Mengikuti rapat-rapat penting yang diselenggarakan oleh dewan direksi dan pimpinan perusahaan.
(o) Mengikuti konferensi khusus yang diadakan oleh divisi penjualan, dan terlibat dalam pertemuan-pertemuan para agen.
(p) Mewakili perusahaan pada pertemuan asosiasi dagang/bisnis.
(q) Berhubungan dengan konsultan public relationss eksternal jika perusahaan/organisasi merekrut mereka.
(r) Melatih segenap staf public relationss.
(s) Mempersiapkan survei-survei pendapat dan berbagai macam penelitian lainnya.
(t) Mengawasi tugas-tugas periklanan (berhubungan dengan biro iklan) bila fungsi periklanan memang dibebankan kepada departemen PR.
(u) Berhubungan baik dengan kalangan politisi dan birokrat.
(v) Mengatur penyelenggaraan acara-acara resmi.
(w) Mengatur acara-acara kunjungan para pejabat penting dan tamu kehormatan.
(x) Mengadakan perayaan perusahaan, pemberian penghargaan pemerintah kepada perusahaan.
(y) Mengorganisasikan berbagai umpan balik dari berbagai sumber informasi mulai dari kliping koran/majalah, berita-berita radio dan televisi serta memantau berbagai laporan dari luar.
(z) Menganalisis umpan balik dan mengevaluasi hasil dari upaya untuk mencapai tujuan.
Segenap kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara terpadu dalam program public relationss yang tersusun dan terencana sebelumnya. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama yang baik antara pimpinan (manajer) public relationss dengan para stafnya.
D. Penelitian Public Relation
Salah satu tugas praktisi public relations adalah mempertahankan citra baik lembaga/perusahaan di mata masyarakat/publik. Agar dapat mempertahankan citra perusahaan/organisasi seorang praktisi public relations harus giat melakukan penelitian-penelitian berkaitan dengan public relations.
Dalam sebuah penelitian public relations (public relations research) terdapat metode analisis citra (image analysis). Menurut Philip Kotler, secara garis besar citra adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan seseorang terhadap suatu obyek tertentu.
Untuk mengukur penilaian atau pengetahuan khalayak terhadap obyek tertentu dilakukan dengan memodifikasi “analisis citra dan pengukuran tanggapan khalayak” yang dikenal dengan “perbedaan semantic”. Selain itu terdapat beberapa model pengukuran yaitu :
1. Model Grid Analysis Citra (tanggapan khalayak)
2. Analisis Model Skala Pengenalan (familiarity scale)
3. Model Kenal Suka (favorability scale)

E. Kesimpulan
Public relations memiliki peran penting bagi suatu lembaga/perusahaan. Penting adanya bagian (divisi) khusus bagi praktisi public relations agar dapat mempertahankan citra perusahaan. Profesi public relations sering disalah artikan sebagai humas dan juga bagian pemasaran. Padahal, profesi sebagai seorang praktisi public relation lebih mulia dan lebih penting bila dibandingkan dengan humas dan pemasaran. Public relations-lah yang membuat lembaga/perusahaan dikenal oleh khalayak dan membuat citra perusahaan baik di mata khalayak.

DAFTAR PUSTAKA

Departeman Agama. 2005. Al Jumanatul ‘Ali Al Qur’an dan Terjemahannya, Penerbit J-Art.
Effendi, Onong Uchjana. 2006. Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis, cet VII. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Iriantara, Yosal. 2004. Community Relations Konsep dan Aplikasinya. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Jefkins, Frank. 2004. Public relations, edisi V, Jakarta : Erlangga.
Ruslan, Rosady. 2004. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. cet 2. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
elqorni.wordpress.com/2008/04/24/profesi_public_relations, diakses tanggal 10 Oktober 2011 pkl 20.25 WIB.
Id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_masyarakat, diakses tanggal 9 Oktober 2011 pkl. 17.05 WIB.