TEORI EVOLUSI

Evolusi adalah proses perubahan yang terjadi secara perlahan dan terus menerus dalam waktu yang sangat panjang.

 Teori Evolusi Charles Darwin

Seorang ilmuwan Inggris bernama Charles Robert Darwin (1802-1882) dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life” (1859) mengemukakan gagasannya tentang evolusi yang dinilai bertentangan dengan ajaran agama.

Dalam buku tersebut dikemukakan bahwa asal usul makhluk hidup yang menjadi dasar evolusi organiknya adalah adanya seleksi alam dan seksual.

Karena lingkungan selalu berubah, berubah pula organisme di dalamnya dan individu yang paling cocok dengan lingkungan alam akan membuahkan keturunan yang tercocok. Dalam kehidupan terjadi seleksi alami dan seksual. Seleksi alami berupa pertarungan dalam kehidupan. Artinya yang kuat akan terus hidup.

Misalnya, rusa dengan tanduk yang besar dapat mengalahkan rusa yang bertanduk kecil dalam penguasaan daerah yang menjadi sumber makanan. Akibat kekurangan makanan, maka populasi rusa bertanduk kecil menurun dan akhirnya habis (punah).

Seleksi seksual wujudnya adalah yang kuat akan mengusir yang lemah, sehingga yang lemah tidak memperoleh kesempatan untuk melanjutkan keturunannya. Populasinya akan menurun dan akhirnya akan habis / punah.

Dari kedua teori tersebut lahir pengertian berlakunya survival of the fittest, artinya yang kuatlah yang berjaya, dan pengertian struggle for existence, artinya perjuangan demi keberadaan.

Teori evolusi Darwin terdiri dari dua teori pokok :

  • Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa lampau.

  • Evolusi terjadi melalui seleksi alam

Teori tersebut yang ditujukan pada dunia binatang berlaku juga pada manusia. Pada manusia seleksi seksual lebih berpengaruh daripada seleksi alam. Tentang ini ditulis Darwin dalam The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex (1871). Teori dalam buku Man’s Place in Nature (1863) menguraikan perkembangan manusia secara ilmiah. Diambilnya perbandingan susunan anatomi manusia dengan kera, terutama dengan simpanse dan gorila, kedua makhluk tersebut paling dekat pertaliannya dengan manusia (ada pendapat yang menyebutkan persamaannya sampai 97%). Karena itu perkembangannya sangat mirip berdasarkan hukum evolusi. Sehingga bisa dikatakan bahwa manusia sekarang adalah keturunan monyet.

Pada waktu Charles Darwin mengemukakan teori evolusi, hal yang belum terjawab dalam bentuk bukti fosil adalah wujud makhluk yang menjadi penghitung antara kera dan manusia, sehingga disebut sebagai the missing link artinya mata rantai yang hilang.

Hal inilah yang mendorong Dr. Eugene Dubois datang ke Indonesia untuk mencari mata rantai yang hilang tersebut. Perolehannya di Trinil dan atas dasar keyakinannya, maka diberi nama Pithecanthropus yang artinya manusia kera. Ada anggapan bahwa itulah mata rantai hilang yang telah ditemukan. Pendapat baru menyebutkan bahwa missing link antara kera dengan manusia tidak terletak antara kedua makhluk tersebut, melainkan pada masa sebelumnya, sehingga dikatakan bahwa manusia sekarang bukan keturunan monyet.

 ( Sumber : Ilmu Alamiah Dasar, Drs. Supartono W, M.M.dkk)